Hama Dan Penyakit Pada Tanaman

oleh | Apr 6, 2022 | Hama | 0 Komentar

Pada kesempatan ini kami mencoba mengklasifikasikan jenis Hama dan penyakit tanaman berdasarkan TEHNIK PENGENDALIANNYA. Kami memang berupaya memudahkan cara mengklasifikasikan tehnik pengendalian ini, agar kita tidak terlalu “jlimet” dalam menanggulangi suatu masalah yang biasa bikin “mumet” ini.

Hama Dan Penyakit Pada Tanaman

Klasifikasi hama dan klasifikasi penyakit tanaman kalau kita deskripsikan satu persatu mungkin perlu 4-5 tahun kuliah di Jurusan Khusus, hama dan penyakit tanaman. Tetapi dalam kesempatan ini ,Kami mencoba mengklasifikasikannya secara sederhana dari segi pengendaliannya.

Sebenarnya klasifikasi ini,terpisah antara klasifikasi Hama dan klasifikasi dari segi penyakitnya ( Virus,bakteri dan cendawan). Kita ambil yang praktis-praktis saja tentunya.

Kami mencoba “keluar” dari kebiasaan perihal pembahasan hama dan penyakit secara konvensional. Kami mencoba melakukan RUMUSAN baru yang lebih memudahkan petani untuk mengenal dan melakukan pengendaliannya. Ternyata cara ini berhasil,telah banyak petani-petani yang justru berhasil setelah menerapkan metode klasifikasi sederhana ini.

Ibaratnya metode membaca cepat, dengan beberapa PENYUSUNAN METODE MEMBACA SISTEM KILAT, terbukti lebih berhasil dibandingkan sistem membaca cara konvensional ,seperti membaca ” ini budi,ini bapak budi, ini kakak budi dan wati kakak budi”. Termasuk dalam hal ini,Bp. Tata Supita/Bp. Upit,yang baru belajar membaca eh…bertani,ternyata bisa lebih cepat memahami tehnik bertani SISTEM KILAT ala KEMBANG LANGIT.

Sistem pengklasifikasian hama dan penyakit ini adalah hal yang sangat mendasar /prinsipil dalam pengelolaan suatu tanaman budidaya. Kita bisa bayangkan apabila petani melakukannya dengan cara TRY dan ERROR…Bisa kita bayangkan Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk berspekulasi bertanamn cabe 5000 batang,karena tidak mengetahui klasifikasi hama dan penyakit tanaman yang biasa menyerang.

Adapun Sistem klasifikasi yang kami susun secara sederhana tersebut adalah sbb:

1. Hama dan penyakit yang dikendalikan secara di ” GAS”

Artinya perlu pemberian nutrisi yang cukup dan seimbang untuk “memacu/Ngegas” pertumbumbuhannya. Masuk dalam klasifikasi ni adalah hama dan penyakit,al : Serangan hama Thrips, hama Tungau, penyakit Virus kuning dan keriting daun (baik oleh serangan hama atau faktor fisiologis). Tehniknya sudah beberapa kali kami ulas dibagian lain web kami.

2. Hama dan penyakit yang dikendalikan secara di” REM”

Artinya,perlu langkah-langkah penghentian “GAS” agar tanaman tidak terlalu “kenceng” lajunya dengan kata lain perlu dilakukan tindakan penghentian “pembesaran/penggelembungan akibat ” Gas” (membesar tapi menipis) tetapi yang diperlukan adalah dilakukan PENGISIAN/PEMADATAN/PENEBALAN.

Hama dan penyakit yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah :

Hama Lalat buah, Busuk buah/antraknose, busuk batang, pecah batang (fisiologis), Kresek daun, busuk daun Phytophthora, bercak daun Cercospora sp, Alternaria sp, Rebah kecambah Phytium dan Rhizoctania sp,hama wereng, penggorok daun (Liriomyza sp), dan penggerek batang.

3. Hama dan Penyakit ,yang dikondisikan TIDAK SESUAI/TIDAK “BETAH”

Penyakit yang masuk dalam klasifikasi ini adalah, Layu Fusarium dan Plasmodiophora brassicae,penyebab dari penyakit tular tanah ini adalah kondisi keasaman tanah yang mendukung,oleh karena itu perlakuan pengkondisian agar pH TIDAK SESUAI untuk pertumbuhan spora cendawan. Pengkondisian agar keasaman tanah tidak sesuai ini,ternyata sangat efektif dalam mengendalikan penyakit ini. Hal ini sudah kami tunjukkan dengan hasil aplikasi diatas. Seperti kita ketahui penyebaran layu fusarium bisa sangat cepat. Sekali tanaman terkena layu, secara cepat, tanaman tertular. Hasil aplikasi yang telah kami tunjukkan diatas,mendeskripsikan bahwa tanaman aman-aman saja dari serangan layu,sehingga tanaman masih sangat layak untuk dipelihara. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kami berhasil mengkondisikan agar PENYAKIT TIDAK SESUAI untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Hama, yang dikondisikan agar TIDAK BETAH

Pengkondisian agar HAMA TIDAK BETAH,ternyata efektf untuk mengendalikan hama-hama sbb: Ulat, Walang sangit, Uret (ulat tanah) belalang dan tikus. Hama -hama diatas biasanya memang sangat menggangu dan menjengkelkan petani,sehingga biasanya petani dalam pengendaliannya baru akan PUAS apabila hama-hama tersebut DIMATIKAN. Dampak nya yang terjadi adalah, RESISTENSI (kekebalan ) dan RESURJENSI (ledakan hama baru). Metode yang kami kembangkan,dengan pengkondisian agar TIDAK BETAH,ternyata sudah cukup untuk mengendalikannya. Memang dalam hal ini petani harus sabar karena hama masih “jalan-jalan” disekitar pertanaman tetapi kemudian secara berangsur hama akan ” menjauh”.

Klasifikasi kami memang sangat sederhana, dan memang kami buat sesederhana mungkin, agar PETANI bisa lebih cepat “MEMBACA”

Kami harap dengan klasifikasi sederhana ini petani tidak merasa “sulit” lagi dalam menganalisa suatu permasalahan hama dan penyakit.

SELAMAT MENCOBA, semoga sukses.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *